Monday, August 10, 2015

From Singapore With Love

Pada zaman dahulu kala....

Tepatnya pertengahan desember 2011, kami berkesempatan mendapatkan liburan gratis sekaligus melepas lelah (hehehe...gayanya) padahal tiketnya hasil berburu setahun yang lalu, karena  "everyone can fly" itulah moto maskapai penerbangan yang telah turut mengantarkan orang kampung macam kami ini yang berasal dari desa cilobak kelurahan pangkalan jati (lengkap banget ya...) dapat hinggap sukses berada di negara orang yang bernama singapura, tetangganya malaysia, orang melayu yang serumpun dengan orang Indonesia.

SHOCK !


Yaah...gak terlalu shock juga sih, cuma pas tiba dibandara changi airport, gak kerasa air liur dengan derasnya menetes seperti air bah yang tak terbendung (*lebaay)-kayaknya lebih-lebih dari shock ya, yah anggap saja stroke ringan + kejang-kejang dikit karena masuk angin kelamaan didalam pesawat AC nya duingiiin bingiit, dengan kata lain kaget setengah mati tapi gak shock (bingung kan?).

Aku yang hanya bisa mengikuti sang pangeranku (#tsaaah) dari belakang, bisanya hanya memperhatikan & berkali-kali bertanya-tanya, baik didalam hati maupun diluar hati (baca: terkesima), ...yaah maklum sehari-hari biasa naik angkot tiba-tiba harus naik pesawat.

Alhamdulillah...bisa Naik Pesawat juga akhirnya. Bukan sulap bukan sihir, bukan juga pake sepatu kaca atau pakai sapu terbang, seperti biasa karena jiwanya masih ngebayangin naik angkot 105, kepengennnya begitu naik pesawat maunya yang paling depan duduknya, hehehe biar cepet sampe duluan *ditoyor pramugari.

Dasar orang kampung ya...(yooiii...)

Walaupun beneran orang kampung (aslih bukan kw kw-an) tapi kami terbiasa menjujung tinggi adat eropah (halaah), didalam pesawat kepengennya deket jendela duduknya, terus kepengen selfie terus, maklum seumur-umur baru kali ini namanya naik pesawat...terus tau gunanya punya passpor...ditanyain sama petugas imigrasi...terus ngerasain SHOCK-nya naik angkot, eh mangap serunya naik pesawat yang dulu cuma liat aja dari bawah, sambil bilang dadaaah kapaaal (hihihi).

Begitulah sekedar mengingat cerita lama, yang pada akhirnya kerinduan untuk naik pesawat mulai hadir kembali, tapi sekarang aku gak perlu khawatir, sekarang sangat mudah sekali naik pesawat, cukup dateng ke Aneka Buana (AB) pondok labu lantai paling atas, pasti dah ketemu pesawat-pesawatan hahahaha...itumah kesenengannya ade thariq.


B.E.R.S.A.M.B.U.N.G
*Nunggu kepentok lagi... 

No comments:

Post a Comment